CLICK! Kembang kertas

Perenungan, Keindahan alam, dan Sumber Daya Alam

Foto Saya
Nama:
Lokasi: jakarta, Indonesia

facebook: mat.ujan@gmail.com

Jumat, 30 Oktober 2009

Ibu Pelacur dan Bapak Pencopet





Hasil Suara hati FB:
- Filep Mambor (Manokwari, Papua Barat - Irian Jaya)
- John Al Farisi (Wonogiri - Jawa tengah)
- Penghuni Istana Jangkrik (Klaten - Jawa Tengah)
- Luh Jingga (.......)
- Syifa (Jakarta)
- Ipunk Keren (Muara Bungo)
- Fadma Hadi (Muara Bungo - Sumatera Selatan)




Seorang pelacur menangis. Anaknya dikeluarkan dari bangku sekolah karena tak sanggup melunasi uang bayaran bulanan. Sementara suaminya yang berprofesi sebagai pencopet masuk rumah sakit, lantaran dipukuli masa.

***
Ada beberapa orangtua miskin memiliki prinsip: "Rela masuk neraka asal anak2nya masuk surga."

Dan, inilah kehebatan seorang ibu yang siap hidup dicaci - maki, dihina demi membantu suami dalam memberi nafkah anaknya agar tidak kelaparan perut maupun kelaparan otak.

Makanan otak yang lapar adalah ilmu pengetahuan yang bisa diperoleh dari dunia pendidikan.

PENDIDIKAN adalah hak tiap anak bangsa demi merubah pola pikir menjadi luas/cerdas.

Ibu pelacur dan bapak pencopet berdo-a agar anaknya kelak tidak memiliki hidup/ nasib seperti orgtuanya yg terpaksa masuk ke dalam lembah hitam.

***
Negara akan MAKMUR bila tunas bangsanya cerdas karena ditunjang dengan adanya sistem dan praktek pendidikan yg bermoral baik dan ikhlas, termasuk tenaga pendidik yang tidak mengedepankan bisnis atas nama pendidikan.

Tunas bangsa merupakan pewaris hak atas kehidupan tanah air. Karena itu tunas bangsa perlu ditunjang dengan kesehatan pangan agar memiliki kecerdasan yang bagus.

Dalam Amanah UUD 45: Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Bila ini tdk diterapkan atau diperjuangkan, berarti para pejabat dan lain - lain (apapun namanya) adalah pengkhianat negara.

***
Seperti inilah nakalnya orangtua kaya-raya yg berjas hitam berdasi putih. Sudah punya anak ganteng - ganteng dan cantik serta memiliki isteri yang sexy, malah jd bos copet seperti yg dilakukan club oknum KPK. Seharusnya malu jadi orangtua korup.

Ini baru lucu, ayat tembakau katanya hilang dicopet.
Jangan - jangan dana pendidikan juga dicopet oleh pelacur negara.

Pantas bila dana beasiswa yang diperuntukan bagi kaum miskin salah sasaran, masuk kedalam kantung jajan anak orang kaya (pejabat) untuk pesta diatas penderitaan orang miskin.

***
Hukum di Tanah air:
Bila orang miskin mencopet, mendapat hukuman dipukuli masa. Pernah ada juga yang harus dihukum mati dengan cara dibakar masa.

Lalu, hukuman apa yang paling pantas untuk pencopet dan pelacur negara?

Kutipan dan gambar diambil dari:
http://4f121z4l.multiply.com/journal/item/38/Pendidikan_Mahal_Buah_Pemerintahan_Kapitalis


Islam Menjamin Pendidikan Bagi Semua

Bertolakbelakang dengan ideologi Kapitalisme yang meminimalkan peran negara, ideologi Islam justru menetapkan negara sebagai pihak yang bertanggungjawab penuh atas pemeliharaan urusan-urusan masyarakat. Rasulullah saw. menegaskan:

«الإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ»

Imam (kepala negara) adalah pengurus rakyat dan dia akan dimintai pertangunggjawaban atas pengurusan rakyatnya (HR al-Bukhari dan Muslim).

«فَالأَمِيرُ الَّذِى عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ»

Pemimpin (kepala Negara) adalah pihak yang berkewajiban memelihara urusan rakyat dan dia bertanggung jawab atas urusan rakyatnya (HR Muslim).

Di antara pengurusan rakyat adalah pendidikan. Jadi, dalam Islam negara berkewajiban memelihara urusan pendidikan rakyatnya. Negara tidak boleh lepas tangan dan menyerahkan pendidikan kepada swasta. Negara justru harus bertanggung jawab penuh atas masalah pendidikan rakyatnya.

Rabu, 28 Oktober 2009

Apa Boleh Buat LELAKI EGOIS


karya ini diambil dari 3 potongan suara hati:
- John Al Farisi (Wonogiri-Jawa Tengah)
- Penghuni Istana Jangkrik (Klaten-Jawa Tengah)
- Fadma Hadi (Muara Bungo-Jambi, Sumatera Selatan)

Dengan Menggunakan celana Pendek onthal - anthil dan berhiaskan dua tabung gas yang tercentel rapi dikedua tangannya. Sang lelaki berjalan menelusuri lorong gelap yang diiringi oleh ganasnya amukan petir. Berharap dapat mengais selinting tembakau dan secangkir kopi dari misi penggabrulannya.

***
Malampun merampas sisa istirahatnya dengan hembusan angin kenangan. Kerinduan beserta kenikmatannya. Ketika menemukan endapan senyawa kafein dalam darah dan nikotin yang bersemayam di rongga paru - paru, membuat lelaki memuja kantuk.

Terkadang kerinduan pada alam mimpi kembang tidur, selalu merayu hati untuk lekas baringkan tubuh diatas bentangan tikar. Daripada memuja kekasih.

Ditiap kesempatan malam. Diawali dengan secangkir kopi panas sebagai pembuka. Dan, setumpuk catatan hati yang telah usang sebagai menu yang mengenyangkan. Lelaki asyik memainkan rokok di sela jari - jemari tangannya.

Akh....
Malam selalu di lewati begitu saja dengan hal - hal kerinduan seperti ini. Membuat kekasih pujaannya cemburu.

Minggu, 25 Oktober 2009

CLICK! Kembang kertas: MEMBURU

CLICK! Kembang kertas: MEMBURU

CLICK! Kembang kertas: MEMBURU

CLICK! Kembang kertas: MEMBURU

Jumat, 23 Oktober 2009

MEMBURU



Ditulis oleh Dimita Prescillia ketika mengikuti Camp Wanadri didaerah
perbatasan segitiga; antara Sumedang, Bandung, dan Garut. Nama
tempatnya Kareumbi, keatas lagi dari Curug Cinulang.

***
Pagi itu untuk kesekian kalinya, suara riuh terdengar mendayu - dayu
dari hulu. Menggelitik telinga, merasuk dalam sanubari, bahkan
bersemayam dalam mimpi.

Aku tersadar bahwa alam memangilku jika aku merindukannya. Entahlah,
apakah alam memangilku atau aku yang memangilnya? Aku yakin, bahwa
akulah yang memangilnya. Membuat kerinduanku meluap terbang bagai
ditiup angin. Begitu ringan.

***

Bersama seorang sahabat. Keluar dari rombongan Wanadri. Pergi
menjelajah berdua. Berburu keindahan dengan menggunakan kamera foto.

Kami 2 gadis pemberani. Tidak takut tersesat. Bila tersesat didalam
hutan, ikuti saja suara alam; hembusan semilir angin, dedaunan yang
bergemerisik, rumput - rumput yang bernyanyi, bunga - bunga liar yang
bergoyang, bahkan ikuti air yang menggelegak mengalir. Ikuti saja dan
rasakan dengan mata hati. Ada irama yang tak beraturan. Namun, tetap
seirama dan selaras. Mengalun tentramkan hati, sejukan jiwa. Inilah
setitik Maha Karya Agung Tuhan Raja Semesta Alam.

***
Tiba dijembatan sederhana yang terbuat dari kayu. Dan, dibawah
jembatan ini, terdapat rawa dengan airnya yang jernih sebening kaca.
Segar menggairahkan.

Saat tangan kami menyentuh air rawa ini, ingin rasanya menceburkan
diri. Tak tahan merasakan sensasi kesegeraran air rawa. Tetapi
keinginan itu urung. Padahal, kami adalah 2 gadis yang belum mandi.

Kami lepas sepatu dan menggulung celana jeans seadanya agar tidak
kebasahan saat merendam kedua kaki di air rawa dengan posisi menduduki
rerumputan dan tanaman perdu yang telah mengering. Sensasi kesegeraran
air rawa ini kembali meresap ke jiwa, yang menjalar dari ujung jempol
kaki hingga ke ubun -ubun kepala. Mengalir seperti andrenalin yang
deras. Efek menyegarkan ini dapat membantu ringankan beban hidup yang
berat bila dipikirkan. Setelah kesegaran menguasai tubuh. kami mulai
mengambil objek foto. Begitu alami khas rawa pegunungan.

Tampak sebatang Pohon mati. Sepertinya akar pohon itu kesulitan
bernafas akibat terendam permukaan air yang meninggi.

Gambar -gambar pemandangan yang mampu menarik hati, kami abadikan
dengan jepretan foto. Menjadi kenangan pribadi yang tak terlupakan

Minggu, 18 Oktober 2009

Lupa atau pura - pura


Ya... Seperti inilah kenyataan hidup menjelang malam di area tambang batubara. Di tengah hutan kec. Rantau Pandan. Bila cuaca bersahabat, tontonan yang menarik bukanlah televisi. Tapi, langit berhiaskan cahaya senjakala.

Malampun tiba, taburan bintang dilangit menambah asyiknya tontonan gratis karya Sang Maha Pencipta. Sesekali iklan berupa cahaya kilatan petir begitu menggairahkan. Sejuta sensasi meluap dihati ketika menikmati tegukan segelas kopi.

Kehidupan inilah yang mampu melupakan beban hidup berat ; lupa hutang diwarung kopi atau pura - pura lupa bayar kopi...

Sabtu, 10 Oktober 2009

Muarobungo: kuburan kerbau

Muarobungo: kuburan kerbau