Ibu Pelacur dan Bapak Pencopet


Hasil Suara hati FB:
- Filep Mambor (Manokwari, Papua Barat - Irian Jaya)
- John Al Farisi (Wonogiri - Jawa tengah)
- Penghuni Istana Jangkrik (Klaten - Jawa Tengah)
- Luh Jingga (.......)
- Syifa (Jakarta)
- Ipunk Keren (Muara Bungo)
- Fadma Hadi (Muara Bungo - Sumatera Selatan)
Seorang pelacur menangis. Anaknya dikeluarkan dari bangku sekolah karena tak sanggup melunasi uang bayaran bulanan. Sementara suaminya yang berprofesi sebagai pencopet masuk rumah sakit, lantaran dipukuli masa.
***
Ada beberapa orangtua miskin memiliki prinsip: "Rela masuk neraka asal anak2nya masuk surga."
Dan, inilah kehebatan seorang ibu yang siap hidup dicaci - maki, dihina demi membantu suami dalam memberi nafkah anaknya agar tidak kelaparan perut maupun kelaparan otak.
Makanan otak yang lapar adalah ilmu pengetahuan yang bisa diperoleh dari dunia pendidikan.
PENDIDIKAN adalah hak tiap anak bangsa demi merubah pola pikir menjadi luas/cerdas.
Ibu pelacur dan bapak pencopet berdo-a agar anaknya kelak tidak memiliki hidup/ nasib seperti orgtuanya yg terpaksa masuk ke dalam lembah hitam.
***
Negara akan MAKMUR bila tunas bangsanya cerdas karena ditunjang dengan adanya sistem dan praktek pendidikan yg bermoral baik dan ikhlas, termasuk tenaga pendidik yang tidak mengedepankan bisnis atas nama pendidikan.
Tunas bangsa merupakan pewaris hak atas kehidupan tanah air. Karena itu tunas bangsa perlu ditunjang dengan kesehatan pangan agar memiliki kecerdasan yang bagus.
Dalam Amanah UUD 45: Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Bila ini tdk diterapkan atau diperjuangkan, berarti para pejabat dan lain - lain (apapun namanya) adalah pengkhianat negara.
***
Seperti inilah nakalnya orangtua kaya-raya yg berjas hitam berdasi putih. Sudah punya anak ganteng - ganteng dan cantik serta memiliki isteri yang sexy, malah jd bos copet seperti yg dilakukan club oknum KPK. Seharusnya malu jadi orangtua korup.
Ini baru lucu, ayat tembakau katanya hilang dicopet.
Jangan - jangan dana pendidikan juga dicopet oleh pelacur negara.
Pantas bila dana beasiswa yang diperuntukan bagi kaum miskin salah sasaran, masuk kedalam kantung jajan anak orang kaya (pejabat) untuk pesta diatas penderitaan orang miskin.
***
Hukum di Tanah air:
Bila orang miskin mencopet, mendapat hukuman dipukuli masa. Pernah ada juga yang harus dihukum mati dengan cara dibakar masa.
Lalu, hukuman apa yang paling pantas untuk pencopet dan pelacur negara?
Kutipan dan gambar diambil dari:
http://4f121z4l.multiply.com/journal/item/38/Pendidikan_Mahal_Buah_Pemerintahan_Kapitalis
Islam Menjamin Pendidikan Bagi Semua
Bertolakbelakang dengan ideologi Kapitalisme yang meminimalkan peran negara, ideologi Islam justru menetapkan negara sebagai pihak yang bertanggungjawab penuh atas pemeliharaan urusan-urusan masyarakat. Rasulullah saw. menegaskan:
«الإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ»
Imam (kepala negara) adalah pengurus rakyat dan dia akan dimintai pertangunggjawaban atas pengurusan rakyatnya (HR al-Bukhari dan Muslim).
«فَالأَمِيرُ الَّذِى عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ»
Pemimpin (kepala Negara) adalah pihak yang berkewajiban memelihara urusan rakyat dan dia bertanggung jawab atas urusan rakyatnya (HR Muslim).
Di antara pengurusan rakyat adalah pendidikan. Jadi, dalam Islam negara berkewajiban memelihara urusan pendidikan rakyatnya. Negara tidak boleh lepas tangan dan menyerahkan pendidikan kepada swasta. Negara justru harus bertanggung jawab penuh atas masalah pendidikan rakyatnya.


0 Komentar:
Posting Komentar
Terimakasih...
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda